![]() |
World Cube AssociationRegulasi KompetisiVersi: 2010 final, Diterjemahkan 14 Juli 2011 |
| 1a) | Sebuah kompetisi harus memiliki ofisial sebagai berikut: sebuah tim penyelenggara (dengan satu atau lebih anggota), satu delegasi WCA, satu juri utama untuk tiap cabang pertandingan, juri, juru acak dan pencatat hasil. |
| 1b) | Tim penyelenggara dari suatu kompetisi bertanggung jawab atas:
|
| 1c) | Delegasi WCA untuk suatu kompetisi bertanggung jawab atas:
|
| 1d) | Setiap cabang pertandingan harus memiliki satu juri utama. Juri utama untuk sebuah cabang pertandingan bertanggung jawab atas:
|
| 1e) | Setiap cabang pertandingan harus memiliki satu atau lebih juri.
|
| 1f) | Setiap cabang pertandingan (kecuali puzzle yang tidak perlu diacak) harus memiliki satu atau lebih juru acak.
|
| 1g) | Setiap cabang pertandingan harus memiliki satu atau lebih pencatat hasil.
|
| 1h) | Peserta dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :
untuk jenis kompetisi skala yang besar atau memungkinkan peserta
membantu proses pengacakan dan penjurian.
|
| 1i) | Delegasi WCA (sebelum kompetisi dimulai) dan juri utama (sebelum cabang pertandingan dimulai) harus diumumkan kepada peserta. |
| 1j) | Semua panitia dapat ikut serta dalam kompetisi tersebut, tetapi seorang juri utama untuk suatu cabang pertandingan tidak dapat ikut serta dalam cabang pertandingan tersebut kecuali jika delegasi WCA itu juga merangkap sebagai juri utama. |
| 1k) | Panitia dapat memiliki beberapa peran secara bersamaan (tim penyelenggara, delegasi WCA, juri utama, juri, pencatat hasil, juru acak). |
| 2a) | Semua orang dapat menjadi peserta dalam suatu kompetisi, dengan syarat:
|
| 2b) | Peserta yang berumur kurang dari 18 tahun harus mendapat izin dari orang tua/wali untuk ikut serta dalam kompetisi. |
| 2c) | Pendaftar harus menyediakan semua informasi yang dibutuhkan (minimal: nama, negara, tanggal lahir, jenis kelamin, cara menghubungi, cabang pertandingan yang diikuti) agar pendaftaran mereka dapat dinyatakan selesai. |
| 2d) | Seluruh informasi (kecuali: nama, negara, tanggal lahir, jenis kelamin, cabang pertandingan yang diikuti dan hasil kompetisi) harus digunakan untuk kepentingan kompetisi saja, dan hanya dapat diberikan kepada organisasi atau orang lain jika diijinkan oleh peserta yang bersangkutan. |
| 2e) | Peserta harus dapat menunjukkan paspor/kartu identitas pada saat pendaftaran di tempat untuk membuktikan identitas
mereka.
|
| 2f) | Peserta harus mematuhi peraturan pada lokasi kompetisi dan menjaga diri mereka dengan sikap yang menghormati orang lain selama kompetisi berlangsung dan ketika berada di lokasi kompetisi. |
| 2g) | Peserta harus tetap menjaga ketenangan ketika berada di lokasi kompetisi. Berbicara diperbolehkan, dengan syarat tidak mengganggu dan jauh dari peserta yang sedang bertanding. |
| 2h) | Peserta harus berpakaian lengkap dan sopan. Peserta boleh memakai celana jean, celana panjang, celana pendek, rok, alas kaki, kaos atau kemeja. Topi boleh dipakai. Pakaian tidak boleh memperlihatkan gambar dan/atau tulisan yang vulgar dan tidak senonoh. |
| 2i) | Ketika sedang bertanding, peserta tidak boleh menggunakan alat bantu suara, atau peralatan lain (seperti walkman, alat bantu dengar, atau lampu tambahan). |
| 2j) | Peserta dapat didiskualifikasi oleh juri utama dari suatu cabang pertandingan jika peserta terlambat datang pada waktu babak dimulai. |
| 2k) | Peserta dapat didiskualifikasi oleh delegasi WCA dengan alasan sebagai berikut:
|
| 2l) | Diskualifikasi dapat dilaksanakan secara langsung atau setelah peringatan berdasarkan bentuk pelanggarannya. |
| 2m) | Peserta tidak berhak untuk meminta kembali biaya apapun juga yang mereka keluarkan untuk menjadi bagian dari kompetisi karena didiskualifikasi. |
| 2n) | Peserta boleh memprotes keputusan dalam bentuk lisan kepada delegasi WCA. |
| 2o) | Protes hanya dapat dilakukan pada saat kompetisi, paling lambat 30 menit setelah insiden terjadi, dan sebelum babak selanjutnya dari cabang pertandingan tersebut dimulai. |
| 2p) | Protes harus ditangani oleh delegasi WCA sebelum babak selanjutnya dari cabang pertandingan tersebut dimulai. |
| 2q) | Protes hanya untuk kejelasan dalam lingkup parameter dari tim organisasi. Regulasi WCA tidak dapat diperdebatkan. |
| 2r) | Peserta harus menerima keputusan final dari delegasi WCA. Penalti : diskualifikasi peserta untuk kompetisi tersebut. |
| 2s1) | Untuk peserta dengan cacat pendengaran, juri dapat mengganti instruksi suara dengan sinyal tangan. |
| 2s2) | Untuk peserta dengan cacat fisik, juri dapat memberikan bantuan dalam menjalankan dan menghentikan timer. |
| 2t) | Sebelum kompetisi, seluruh peserta wajib memahami regulasi WCA. |
| 3a) | Setiap peserta harus membawa puzzle mereka sendiri. Peserta dapat meminjam puzzle dari peserta lain, tetapi semua peserta harus siap jika mereka dipanggil untuk berkompetisi. |
| 3b) | Puzzle harus dapat bekerja dengan baik sehingga pengacakan normal dapat dilakukan. |
| 3c) | Peserta dapat menggunakan skema warna apapun untuk puzzle berbentuk kubus, asalkan puzzle tersebut memperlihatkan satu warna solid pada setiap sisinya dalam kondisi terselesaikan. Untuk puzzle lain peserta harus menggunakan variasi yang memiliki gerakan, posisi, dan solusi sama seperti puzzle aslinya. |
| 3d) | Puzzle harus menggunakan salah satu dari stiker berwarna, tile berwarna, tekstur, atau cat berwarna. |
| 3d1) | Puzzle yang menggunakan tekstur harus memiliki warna yang berbeda pada tiap sisinya untuk mempermudah pengacakan dan penjurian. |
| 3e) | Warna dari puzzle harus solid, sama per warna, dan dapat jelas dibedakan dari warna sisi lainnya
|
| 3f) | Stiker/tile/tekstur/cat tidak boleh lebih dari 1,5 mm atau ketebalan umumnya untuk puzzle selain kubus. |
| 3g) | Puzzle dapat dibuat menjadi lebih halus di bagian dalam dengan cara digerus atau dilumas dengan pelumas apapun. |
| 3h) | Modifikasi yang mengembangkan konsep dasar puzzle tidak diperbolehkan. Contoh mengembangkan konsep dasar adalah: dapat melakukan jenis langkah baru, langkah biasa tidak dapat dilakukan, lebih banyak bagian yang terlihat, warna di bagian belakang puzzle terlihat, gerakan dilakukan secara otomatis, memiliki bentuk terselesaikan yang berbeda atau lebih dari satu. |
| 3i) | Semua modifikasi kepada suatu puzzle yang menghasilkan performa buruk oleh peserta tidak dapat menjadi dasar untuk melakukan penyelesaian tambahan dalam suatu cabang pertandingan. |
| 3j) | Puzzle harus dalam keadaan bersih dan tidak memiliki tekstur, tanda, piece yang lebih naik, rusak, atau perbedaan lainnya yang dapat membedakan satu piece dari piece yang lainnya. |
| 3k) | Puzzle harus diperbolehkan oleh seorang juri sebelum peserta berkompetisi. |
| 3l) | Puzzle kubus hanya boleh memiliki maksimal satu
logo. Untuk kubus Rubik's atau puzzle kubus yang lebih besar logo harus
ditempatkan pada salah satu kepingan tengah.
|
| 3m) | Semua merk puzzle dan stiker diperbolehkan, asalkan puzzle tersebut memenuhi regulasi WCA. |
| 4a) | Seorang juru acak harus melaksanakan urutan pengacakan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4b) | Puzzle harus diacak menggunakan urutan pengacakan yang dihasilkan dari komputer yang harus dirahasiakan untuk semua kecuali kepada juru acak. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4c) | Standar metris untuk pengacakan dan penyelesaian adalah "Half Turn Metric"(lihat pasal 12). | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4d) | Puzzle kubus harus diacak dengan warna putih (atau warna yang paling terang) menghadap ke atas dan hijau (atau warna paling gelap yang bersebelahan) menghadap ke depan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4e) | Peserta harus menyelesaikan urutan acakan atau posisi acakan yang sama untuk setiap grup peserta. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 4f) | Jumlah move untuk mengacak sebuah puzzle harus:
Semua program pengacakan dibuat oleh Jaap Scherphuis, Syoji Takamatsu (Pyraminx), Lucas Garron (Pyraminx), Tom van der Zanden (2x2x2), Conrad Rider (2x2x2), Clément Gallet dan Stefan Pochmann (Megaminx) dan Herbert Kociemba.
Semua program pengacakan (kecuali Cube Explorer) dalam format file zip. |
| 5a) | Kerusakan puzzle adalah kerusakan sebuah puzzle, seperti: kepingan terlempar keluar, kabel putus, baut/tutup/stiker terjatuh. |
| 5b) | Jika terjadi kerusakan puzzle, peserta dapat memilih
untuk memperbaiki puzzle dan meneruskan penyelesaian atau memilih untuk
berhenti.
|
| 5c) | Jika peserta mengalami kerusakan puzzle, dia tidak mendapatkan hak untuk mengganti penyelesaiannya tersebut. |
| 6a) | Gelar, hadiah, atau penghargaan dapat diberikan kepada peserta sesuai dengan pengumuman kompetisi. |
| 6b) | Peserta harus menghadiri upacara penghargaan untuk mendapatkan haknya untuk gelar/hadiah/penghargaan.
|
| 6c) | Pemenang gelar/hadiah/penghargaan harus siap untuk berbicara pada jurnalis atau media yang meliput jalannya kompetisi. |
| 6d) | Tim penyelenggara harus setidaknya (minimal) memberikan sertifikat untuk semua pemenang kategori, ditandatangani oleh pemimpin tim penyelenggara dan delegasi WCA. |
| 7a) | Kompetisi dapat dilakukan dimana saja, di dalam atau luar ruangan. |
| 7b) | Penonton harus setidaknya berjarak 1,5 meter dari peserta. |
| 7c) | Penerangan pada area kompetisi membutuhkan perhatian khusus, dengan cahaya yang sebaiknya berwarna putih, sehingga peserta dapat dengan mudah membedakan warna puzzle. |
| 7d) | Temperatur area kompetisi sedapat mungkin diatur pada 21 sampai 25 derajat celcius. |
| 7e) | Area kompetisi harus bebas dari asap rokok, dan sebaiknya memiliki tingkat kebisingan yang rendah. |
| 7f) | Timer harus ditempatkan tepat (tidak ada benda di bawahnya) di atas meja atau podium yang cocok untuk penyelesaian dalam posisi berdiri. Untuk penyelesaian dengan kaki, timer harus diletakkan langsung di atas lantai. |
| 7g) | Peserta harus menyelesaikan puzzle dengan duduk atau berdiri. |
| 7h) | Area kompetisi harus memiliki area peserta
|
| 8a) | Pedoman Pelaksanaan untuk kompetisi agar menjadi resmi menurut WCA:
|
| 8b) | Sebuah open competition terbuka bagi siapa saja. |
| 8c) | Sebuah kompetisi tertutup bisa dilaksanakan (dengan persetujuan WCA Board) untuk:
|
| 8d) | Kompetisi dapat memiliki batas waktu untuk setiap babak pada sebuah cabang pertandingan, untuk memastikan agar jadwal dapat diikuti. |
| 8f) | Jika regulasi WCA tidak diikuti secara benar selama kompetisi, maka WCA Board dapat menyatakan kompetisi, cabang pertandingan tertentu atau penyelesaian tertentu tidak resmi. |
| 9a) | Puzzle yang kompetisinya diatur oleh WCA adalah:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9b) | cabang pertandingan Speed solving dan format resmi WCA adalah:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9c) | Cabang pertandingan dan format khusus resmi WCA terbatas hanya pada Rubik’s Cube:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9d) | Cabang pertandingan dan format mata tertutup resmi WCA terbatas pada Rubik’s, 4x4x4 and 5x5x5 Cube:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9e) | Cabang pertandingan resmi baru dapat ditambahkan tiap tahun, dan cabang pertandingan resmi yang telah ada dapat dihilangkan.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9f) | Hasil dari sebuah babak diukur sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9g) | Babak terkombinasi adalah dua atau tiga babak
digabungkan dalam waktu yang sama, dimana hasil dari babak awal dihitung
untuk perhitungan babak berikutnya.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9h) | WCA harus menyediakan ranking dunia WCA untuk catatan waktu tunggal dan lebih diutamakan dalam bentuk rata-rata bilamana dimungkinkan. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9i) | Hasil kompetisi resmi WCA harus ada dalam daftar ranking dunia WCA, jika regulasi WCA diikuti secara penuh.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9j) | Cabang pertandingan hanya boleh diadakan sekali selama kompetisi. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9k) | Jika sebuah cabang pertandingan diadakan, semua peserta dapat ikut serta dalam cabang pertandingan tersebut. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9l) | Semua peserta harus berkompetisi di setiap babak dalam rangka waktu yang sama. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9m) | Cabang pertandingan hanya boleh memiliki maksimal empat babak
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9o) | Sebuah babak kombinasi dan babak kualifikasi dihitung sebagai satu babak dalam penghitungan jumlah babak dalam satu cabang pertandingan. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9p) | Untuk cabang yang memiliki lebih dari satu babak, peserta dengan catatan terbaik dapat mengikuti babak selanjutnya.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9q) | Cabang pertandingan dan babak, sebaiknya memiliki minimal 2 peserta. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9r) | Sebuah babak kualifikasi adalah babak suatu cabang
pertandingan yang diadakan sebelum babak pertama dari cabang
pertandingan tersebut. Tujuan dari babak kualifikasi adalah untuk memperbolehkan peserta yang belum atau memiliki ranking yang rendah untuk mengikuti babak pertama dari suatu cabang pertandingan yang memiliki banyak peserta.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| 9s) | Jika dalam suatu babak seorang peserta tidak dapat menyelesaikan dalam waktu yang telah ditentukan, maka penyelesaian peserta tersebut dapat (dengan persetujuan juri utama) dihentikan dan didiskualifikasikan oleh juri. juri utama memutuskan apakah peserta tersebut dapat meneruskan babak, contoh jika diakibatkan oleh rusaknya puzzle. |
| 10b) | Hanya bentuk terakhir puzzle yang diperhitungkan, ketika timer dihentikan. | ||||||||||||||||||
| 10c) | Puzzle dapat dalam orientasi apapun pada akhir penyelesaian. | ||||||||||||||||||
| 10d) | Semua kepingan dari suatu puzzle harus melekat pada puzzle, dan pada posisi yang benar. Pengecualian: lihat Pasal 5 Kerusakan Puzzle. | ||||||||||||||||||
| 10e) | Suatu puzzle terselesaikan jika semua warna setiap terbentuk sempurna dan semua bagian hanya tergeser sampai batas tertentu.
| ||||||||||||||||||
| 10f) | Batas pergeseran untuk puzzle:
Contoh:
| ||||||||||||||||||
| 10g) | Untuk magic (dan puzzle yang sejenis) puzzle harus
rata pada permukaan. Sudut minimal yang dibentuk oleh dua tile yang bersebelahan adalah 135°.
| ||||||||||||||||||
| 10h) | Puzzle lainnya terselesaikan menurut bentuk terselesaikan seperti yang secara umum diterima pada tujuan puzzle tersebut, dengan regulasi kubus diaplikasikan jika memungkinkan. |
| 11a) | Insiden adalah:
|
| 11b) | Dalam kasus sebuah insiden pada saat even sedang berlangsung, juri utama harus memutuskan hasil dari even tersebut. |
| 11d) | Jika regulasi WCA tidak jelas terpenuhi atau jika insiden tidak tertera dalam regulasi WCA, maka juri utama harus mendasarkan keputusannya secara adil, setelah membicarakannya dengan delegasi WCA. |
| 11e) | Pada kasus sebuah insiden, juri utama dapat memberikan kesempatan tambahan untuk suatu peserta, yang menggantikan kesempatan pada waktu terjadinya insiden. |
| 11f) | Juri utama dan delegasi WCA tidak dapat mendasarkan keputusan mereka dengan analisis video atau gambar. |
| 12a) | Notasi untuk Rubik's Cube dan puzzle yang serupa: Face Moves:
|
| 12b) | Rotasi untuk semua puzzle berbentuk kubus:
|
| 12c) | Notasi untuk Square-1 : (dengan bagian terkecil pada layer tengah berada di sebelah kiri dari bagian depan)
|
| 12d) | Notasi untuk Megaminx (notasi untuk mengacak saja):
|
| 12e) | Notasi untuk Pyraminx:
|
| 12f) | Notasi tambahan untuk kubus 6x6x6 dan kubus 7x7x7: Double Slice Moves (dua irisan paling luar):
|
| A1) | Kesempatan untuk even di bawah kategori Speed Solving harus mematuhi prosedur sebagaimana berikut.
|
| A2) | Pengacakan
|
| A3) | Inspeksi
|
| A4) | Memulai Penyelesaian
|
| A5) | Selama penyelesaian
|
| A6) | Mengakhiri Penyelesaian
|
| A7) | Administrasi
|
| B1) | Prosedur standar seperti dijelaskan pada Pasal A (speed solving).
Peraturan tambahan/khusus untuk penyelesaian dengan mata tertutup dijelaskan sebagaimana berikut
|
| B2) | Memulai Penyelesaian
|
| B3) | Memorisasi
|
| B4) | Selama Penyelesaian
|
| B5) | Mengakhiri Penyelesaian
|
| C1) |
Prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A. Regulasi tambahan/khusus untuk penyelesaian dengan satu tangan dijelaskan sebagaimana berikut.
|
| D1) | Prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A. Regulasi tambahan/khusus untuk penyelesaian dengan kaki dijelaskan sebagaimana berikut.
|
| D3) | Memulai Penyelesaian
|
| D4) | Mengakhiri penyelesaian
|
| E1) | Prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A (Speed Solving). Regulasi tambahan/khusus untuk penyelesaian dengan langkah terpendek dijelaskan sebagaimana berikut.
|
| E2) | Prosedur untuk penyelesaian dengan langkah terpendek.
|
| E3) | Peserta dapat menggunakan benda berikut: kertas dan
pena (keduanya diberikan oleh juri), tiga cube (milik sendiri), stiker
tidak dibatasi jumlahnya (milik sendiri).
|
| F1) | Prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A. Regulasi tambahan/khusus untuk Clock Solving dijelaskan sebagaimana berikut. |
| F2) | Pengacakan
|
| F3) | Inspeksi
|
| G1) | Prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A. Regulasi tambahan/khusus untuk magic solving dijelaskan sebagaimana berikut.
|
| G2) | Pengacakan
|
| G3) | Inspeksi
|
| G4) | Memulai Penyelesaian
|
| H1) | prosedur standar mengikuti seperti yang dijelaskan pada Pasal A. Regulasi tambahan/khusus untuk Multiple Blindfolded Solving dijelaskan sebagaimana berikut.
|
| Z1) | Tim penyelenggara dapat mengambil semua puzzle untuk pengacakan 'pada saat registrasi'. |
| Z2) | Tim penyelenggara dapat membatasi jumlah even yang dapat diikuti setiap peserta. |
| Z3) | Tim penyelenggara dapat memilih peserta yang secara langsung memenuhi kualifikasi untuk babak tertentu dari even-even tertentu, berdasarkan hasil dari kompetisi tertentu. |
| Z4) | Tim penyelenggara dapat membatasi jumlah peserta tiap even (First come first go, atau berdasarkan kualifikasi waktu, atau berdasarkan posisi pada ranking dunia WCA). |
| Z5) | Tim penyelenggara dapat menolak peserta untuk mengikuti kombinasi even-even tertentu. |